Hujjah

Collage artwork for Zhizaa’s new single: Hujjah. Zhizaa is a musician based in Malang, Indonesia. The single was released on January, 18th. You can listen it here:


Tentang Hujjah

Pernahkah kalian merasakan kejenuhan di dalam kehidupan? Lalu kalian memilih untuk sendiri, dan menjauh dari segala hiruk pikuk kehidupan, keramaian, mencari heningnya jiwa. Ketika semua hanya ada di dalam renungan, dan merindukan sesuatu yang hilang di dalam diri. Kerinduan akan ketenangan adalah seni untuk menerima alam dengan bahasa yang alam miliki. Seperti memberi rahasia di heningnya ruang yang gelap namun tampak, maka dari itu cobalah untuk dinikmati.

Mungkin inilah gambaran yang Zhizaa coba sampaikan. Lagu ini sejatinya adalah karya pertama yang diciptakan Zhizaa untuk memulai babak baru pendewasaan cara bermusiknya. Ditulis oleh Zhizaa baik lirik dan konsep musiknya dan dibantu oleh arranger music yang terpercaya Gamellance dan pengisi backing vokal sinden Aubrey. Hujjah bercerita tentang kerinduan seseorang akan sesuatu yang hilang pada dirinya. Untuk mewujudkan kerinduan itu dia memilih untuk sendiri.

Lagu ini didaulat menjadi single pertama Zhizaa di bawah bendera Yallfears Record dan diproduseri langsung oleh Aank.ku dan Zhizaa, serta sentuhan seni kolase yang indah sebagai cover artwork single ini oleh Kertasiun. Harmonisasi dari alat-alat musik tradisional yang dikolaborasikan dengan Rnb Jazz Soul instrumental oleh Gamellance sehingga mudah diingat dan membawa kita hanyut dalam suasana kerinduan yang hening.


Narasi Kolase Hujjah

Sewaktu mendalami makna lirik Hujjah, ada 3 kata kunci yang saya temukan, yaitu perjalanan, tanda kebesaran Tuhan, dan transformasi diri. Oleh karena itu, saya berusaha memadukan dan mengilustrasikan kata-kata kunci tersebut ke dalam sebuah gambar yang mampu mewakili setiap makna pada lagu tersebut.

Gambar kaki manusia yang berjalan di sebuah jalan setapak mewakili kata kunci pertama, yaitu perjalanan dan proses pencarian arti kehidupan. Kaki yang tak beralas sehingga terlihat kotor menggambarkan si manusia tersebut tak bisa luput dari dosa-dosa selama hidupnya.

Lingkaran dan garis pada latar belakang adalah gambar ilustrasi elemen-elemen astronomi dan alam semesta yang mewakili arah dan petunjuk kepada kebesaran Tuhan. Warna cokelat tanah mewakili warna bumi yang rendah hati.

Segitiga berwarna-warni mewakili proses transformasi diri karena pada mulanya si kaki manusia hanya digambarkan monotone (hitam dan putih) dan pada akhirnya si manusia ini sampai pada titik yang membuatnya bertransformasi diri menjadi insan yang lebih baik. Proses ini mengingatkan saya kepada proses metamorfosis seekor ulat menjadi kupu-kupu. Sehingga di posisi paling atas, saya menambahkan elemen kupu-kupu.

Kolase Hujjah adalah kolase pertama saya yang merupakan paduan dari kolase analog dan digital.